Sekarang fotografi sudah menjadi gaya hidup. Hal ini terutama didorong oleh kepopuleran fotografi digital dengan segala kemudahannya. Kamera digital yang bisa didapat dengan harga murah ataupun ponsel yang punya fitur penangkap gambar merupakan media penangkap gambar paling populer saat ini. Mereka tak butuh film. Untuk melihat hasil jepretan tak perlu dicetak, cukup dilihat di layar ponsel ataupun di komputer. Jika ingin mencetaknya, kita bisa pilih dulu gambar-gambar yang bagus baru dicetak. Mencetak gambar digital-pun sudah sangat mudah dan murah. Lab-lab fotografi kini sudah dilengkapi dengan fasilitas mencetak gambar digital dengan harga sangat murah dengan kualitas yang sama dengan film. Sekarang kita bisa mencetak 1 lembar foto digital ukuran 3R hanya dengan 900 rupiah saja.
Siapa bilang ilmu fotografi cuma untuk profesional, kamu-kamu juga butuh ilmu fotografi jika pengen menghasilkan gambar yang OK dengan menggunakan kamera apapun. Artikel-artikel berikut cocok juga untuk pengguna camera pocket atau kamera ponsel yang serba otomatis, meski memang beberapa artikel lebih diperuntukkan pada kamera dengan kemampuan mengeset secara manual.
Berikut adalah artikel-artikel seputar fotografi, semoga mengayakan pengetahuan kita.
Knowledge related to photography
Nowadays, photography become a lifestyle. Primarily empowered by popularity of digital photography with all of it's ease. Digital cameras which you can get them cheap or cellphones with built in camera are the most popular image capturing device these days. They don't need films. If we want to print the images, we can choose which pictures we want. Digital printing is relatively cheap and so easy. Photography labs nowadays able to print digital images in low cost yet in a good quality standard as if it were films. We can print 1 digital photo in 3R size not more than 10 cents US.
Who said photography science only for professionals?! You need them also if you want a good picture with any camera. These articles may suitable also for you who use automatic pocket camera or cellphone camera, although some are specialized for sophisticated camera.
These are knowledge around photography, hopefully useful for us.
Kecepatan rana merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencahayaan. Faktor-faktor lainnya adalah cahaya yang datang, ukuran diafragma dan kepekaan media (ASA/ISO) yang dipakai. Fotografer sering melakukan trade-off antara diafragma dan kecepatan rana dengan satuan stop. Satu stop turun atau naik akan membuat cahaya masuk menjadi separuh atau dua kalinya, sehingga nilai kecepatan rana ataupun diafragma dapat dihitung dan dipilih untuk menghasilkan pencahayaan tertentu.
Shutter speed is one of factors that affect the total exposure of a photograph. Other factors include the scene luminance, the aperture size (f-number), and the medium sensitivity. Photographers can trade off shutter speed and aperture by using units of stops. A stop up and down on each will halve or double the amount of light regulated by each; exposures of equal exposure value can be easily calculated and selected to get certain exposure.
Aperture is a hole or an opening through which light is admitted. The aperture determines how many of the incoming rays that are actually admitted and thus how much light that reaches the image plane (the narrower the aperture, the darker the image). The aperture also determines the cone angle of a bundle of rays that come to a focus in the image plane. The aperture determines how collimated the admitted rays are, which is of great importance for the appearance at the image plane. If the admitted rays also pass through a lens, highly collimated rays (narrow aperture) will result in sharpness at the image plane, while uncollimated rays (wide aperture) will result in sharpness for rays with the right focal length only. This means that a wide aperture results in an image that is sharp around what the lens is focusing on and blurred otherwise.
Diafragma merupakan lubang atau bukaan yang boleh dilalui cahaya. Diafragma ini mengatur jumlah cahaya yang lewat sehingga mencapai bidang gambar (makin kecil diafragma maka makin gelap gambar). Diafragma juga akan yang menentukan sudut kerucut dari sebendel cahaya yang mendatangi fokus bidang gambar. Diafragma menentukan seberapa sejajarnya cahaya yang akan sangat menentukan hasil akhir pada bidang gambar. Jika cahaya itu melalui lensa maka cahaya yang sejajar (diafragma kecil) akan menghasilkan gambar tajam pada bidang gambar, sedangkan jika banyak cahaya yang tak sejajar (diafragma besar) akan menghasilkan gambar tajam hanya pada posisi yang sesuai panjang lensa. Hal ini berarti diafragma lebar akan menghasilkan gambar tajam pada posisi yang difokuskan sedangkan selebihnya kabur.
Exposure is the total amount of light allowed to fall on the photographic medium (photographic film or image sensor) during the process of taking a photograph. Exposure is measured in lux seconds, and can be computed from exposure value (EV) and scene luminance.
Pencahayaan merupakan jumlah cahaya yang jatuh ke media fotografi (film atau sensor cahaya) selama proses pengambilan gambar. Pencahayaan dihitung dalam satuan lux detik, dan bisa dihitung dari nilai pencahayaan /exposure value (EV) dan luminansi latar.
Komposisi merupakan rencana, penempatan, atau penyususunan elemen-elemen /obyek yang kita foto. Penempatan itu diharapkan bisa menghasilkan gambar yang bagus secara estetika.
Composition is the plan, placement or arrangement of elements/objects in our photo. The placement of the elements hopefully produce an aesthetically pleasing picture.
Playing on a beach is very fun thing to do. Specially in Yogyakarta where the beaches have big waves. We can choose any beach as we want. Pandansari Beach is one of beaches with closest distance from downtown Yogyakarta, it’s about 27 kms only. The beach chosen as our destination because it’s quite quiet [...]
Kecepatan rana merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencahayaan. Faktor-faktor lainnya adalah cahaya yang datang, ukuran diafragma dan kepekaan media (ASA/ISO) yang dipakai. Fotografer sering melakukan trade-off antara diafragma dan kecepatan rana dengan satuan stop. Satu stop turun atau naik akan membuat cahaya masuk menjadi separuh atau dua kalinya, sehingga nilai kecepatan rana ataupun diafragma dapat dihitung dan dipilih untuk menghasilkan pencahayaan tertentu.
Shutter speed is one of factors that affect the total exposure of a photograph. Other factors include the scene luminance, the aperture size (f-number), and the medium sensitivity. Photographers can trade off shutter speed and aperture by using units of stops. A stop up and down on each will halve or double the amount of light regulated by each; exposures of equal exposure value can be easily calculated and selected to get certain exposure.
Aperture is a hole or an opening through which light is admitted. The aperture determines how many of the incoming rays that are actually admitted and thus how much light that reaches the image plane (the narrower the aperture, the darker the image). The aperture also determines the cone angle of a bundle of rays that come to a focus in the image plane. The aperture determines how collimated the admitted rays are, which is of great importance for the appearance at the image plane. If the admitted rays also pass through a lens, highly collimated rays (narrow aperture) will result in sharpness at the image plane, while uncollimated rays (wide aperture) will result in sharpness for rays with the right focal length only. This means that a wide aperture results in an image that is sharp around what the lens is focusing on and blurred otherwise.
Diafragma merupakan lubang atau bukaan yang boleh dilalui cahaya. Diafragma ini mengatur jumlah cahaya yang lewat sehingga mencapai bidang gambar (makin kecil diafragma maka makin gelap gambar). Diafragma juga akan yang menentukan sudut kerucut dari sebendel cahaya yang mendatangi fokus bidang gambar. Diafragma menentukan seberapa sejajarnya cahaya yang akan sangat menentukan hasil akhir pada bidang gambar. Jika cahaya itu melalui lensa maka cahaya yang sejajar (diafragma kecil) akan menghasilkan gambar tajam pada bidang gambar, sedangkan jika banyak cahaya yang tak sejajar (diafragma besar) akan menghasilkan gambar tajam hanya pada posisi yang sesuai panjang lensa. Hal ini berarti diafragma lebar akan menghasilkan gambar tajam pada posisi yang difokuskan sedangkan selebihnya kabur.
Exposure is the total amount of light allowed to fall on the photographic medium (photographic film or image sensor) during the process of taking a photograph. Exposure is measured in lux seconds, and can be computed from exposure value (EV) and scene luminance.
Pencahayaan merupakan jumlah cahaya yang jatuh ke media fotografi (film atau sensor cahaya) selama proses pengambilan gambar. Pencahayaan dihitung dalam satuan lux detik, dan bisa dihitung dari nilai pencahayaan /exposure value (EV) dan luminansi latar.
Komposisi merupakan rencana, penempatan, atau penyususunan elemen-elemen /obyek yang kita foto. Penempatan itu diharapkan bisa menghasilkan gambar yang bagus secara estetika.
Composition is the plan, placement or arrangement of elements/objects in our photo. The placement of the elements hopefully produce an aesthetically pleasing picture.