pictures of nature
pictures of nature pictures of nature
Ukuran gambar :
Images size :

exposurepencahayaan

Posted on : July 5th, 2008


Exposure is the total amount of light allowed to fall on the photographic medium (photographic film or image sensor) during the process of taking a photograph. Exposure is measured in lux seconds, and can be computed from exposure value (EV) and scene luminance.

The “correct” exposure for a photograph is determined by the sensitivity of the medium used. For photographic film, sensitivity is referred to as film speed and is measured on a scale published by the International Organization for Standardization (ISO). Faster film requires less exposure and has a higher ISO rating. Exposure is a combination of the length of time and the level of illumination received by the photosensitive material. Exposure time is controlled in a camera by shutter speed and the illumination level by the lens aperture. Slower shutter speeds (exposing the medium for a longer period of time) and greater lens apertures (admitting more light) produce greater exposures.

An approximately correct exposure will be obtained on a sunny day using ISO 100 film, an aperture of f/16 and a shutter speed of 1/100th of a second. This is called the sunny 16 rule: at an aperture of f/16 on a sunny day, a suitable shutter speed will be one over the film speed (or closest equivalent).

Ultimately there is no such thing as “correct exposure”, as a scene can be exposed in many ways, depending on the desired effect a photographer wishes to convey.

Reciprocity

An important principle of exposure is reciprocity. If one exposes the film or sensor for a longer period, a reciprocally smaller aperture is required to reduce the amount of light hitting the film to obtain the same exposure. For example, the photographer may prefer to make his sunny-16 shot at an aperture of f/5.6 (to obtain a shallow depth of field). As f/5.6 is 3 stops ‘faster’ than f/16, with each stop meaning double the amount of light, a new shutter speed of (1/125)/(2•2•2) = 1/1000 is needed. Once the photographer has determined the exposure, aperture stops can be traded for halvings or doublings of speed, within limits.

Today, most cameras automatically determine the correct exposure at the time of taking a photograph by using a built-in light meter. In manual cameras they give guidance for photographers to use the correct settings, but the settings must be set manually by the photographers, not the cameras. Automatic cameras have Av (Aperture value) mode, Tv (time value) mode and automatic mode. Av mode let the photographer to choose the desired aperture and let the camera to choose the correct shutter speed. Tv mode let the photographer to choose the desired shutter speed and let the camera to choose the correct aperture. Automatic mode let the camera to choose the correct shutter speed and aperture automatically.

Latitude

Latitude is the degree by which you can over, or under expose an image, and still recover an acceptable level of quality from an exposure. Typically negative film has a better ability to record a range of brightness than slide/transparency film or digital. Digital should be considered to be the reverse of print film, with a good latitude in the shadow range, and a narrow one in the highlight area; in contrast to film’s large highlight latitude, and narrow shadow latitude. Slide/Transparency film has a narrow latitude in both highlight and shadow areas, requiring greater exposure accuracy.

Negative film’s latitude increases somewhat with high ISO material, in contrast digital tends to narrow on latitude with high ISO settings.


Pencahayaan merupakan jumlah cahaya yang jatuh ke media fotografi (film atau sensor cahaya) selama proses pengambilan gambar. Pencahayaan dihitung dalam satuan lux detik, dan bisa dihitung dari nilai pencahayaan /exposure value (EV) dan luminansi latar.

Pencahayaan yang tepat ditentukan oleh sensitivitas medim yang digunakan. Biasa juga disebut kecepatan film/ kepekaan film yang dihitung sesuai skala yang telah ditentukan oleh ISO (International Organization for Standardization). Film yang lebih peka membutuhkan pencahayaan yang lebih sedikit dan mempunyai nilai ISO yang lebih tinggi. Pencahayaan merupakan kombinasi antara waktu dan terang cahaya yang diterima oleh material sensitif cahaya. Waktu dikendalikan oleh kecepatan rana dan terang cahaya dikendalikan oleh diafragma. Kecepatan rana yang lebih rendah (membiarkan medium terkena cahaya lebih lama) dan diafragma yang lebih lebar (membiarkan cahaya msuk lebih banyak) menghasilkan pencahayaan yang lebih besar.

Kira-kira kita bisa memperoleh pencahayaan yang tepat saat siang hari cerah jika kita menggunakan film ISO 100, diafragma f/16 dan kecepatan rana 1/100 detik. Ini adalah aturan cerah 16: pada diafragma 16 di siang hari yang cerah, kecepatan rana yang sesuai adalah satu di atas kepekaan film (atau yang terdekat).

Sebenarnya tak ada yang namanya pencahayaan yang benar-benar tepat, karena suatu latar dapat di arahkan dengan berbagai cara, tergantung effek yang bagaimana yang ingin disampaikan oleh sang fotografer.

Timbal balik

Prinsip penting dalam pencahayaan adalah prinsip timbal balik. Jika waktu pembukaan rana lebih lama, maka dibutuhkan diafragma yang lebih sempit untuk mengurangi jumlah cahaya yang mengenai film sehingga mendapatkan pencahayaan yang sama. Sebagai contoh seorang fotografer menggunakan prinsip cerah-16 dengan menggunakan diafragma f/5.6 (untuk mendapatkan ruang tajam yag sempit). Karena f/5.6 merupakan 3 stop lebih cepat (3 stop naik) dari f/16, dengan tiap stop berarti menggandakan jumlah cahaya, maka kecepatan rana yang sesuai dari 1/125 adalah 3 stop turun yaitu 1/1000.

Sekarang ini kebanyakan kamera dapat menentukan pencahayaan yang tepat saat pengambilan gambar menggunakan light meter. Dalam kamera manual alat ini hanya memadu fotografer dengan usulan pencahayaan yang tepat, sedangkan kecepatan ataupun diafragma itu sendiri harus di-set secara manual. Untuk kamera otomatis ada mode Av (aperture value), Tv (time value) dan automatis. Mode Av memungkinkan fotografer mengeset diafragma dan mebiarkan kamera menentukan kecepatan yang sesuai. Mode Tv memungkinkan fotografer mengeset kecepatan tertentu dan membiarkan kamera menentukan diafragma yang sesuai. Mode automatis membiarkan kamera menentukan kecepatan dan diafragma secara otomatis.

Latitude/ruang gerak

Ruang gerak merupakan derajat dimana kita bisa melakukan pencahayaan over atau under tapi masih menghasilkan kualitas yang masih bisa diterima dari suatu pencahayaan. Umumnya film negatif mempunyai kemampuan menyimpan gambar yang lebih baik pada cahaya terang dibandingkan film slide ataupun digital. Digital bersifat kebalikan dari film negatif, yaitu memiliki ruang gerak yang bagus di daerah bayangan (agak gelap) dan memiliki ruang gerak sempit di daerah terang; berkebalikan dengan film yang mempunyai ruang gerak lebar di daerah terang, dan sempit di daerah gelap. Film slide mempunyai ruang gerak yang sempit di semua area, jadi membutuhkan pencahayaan yang lebih akurat.

Tags: , , ,

Tinggalkan Pesan
Leave a Reply


pictures of nature
jepretan terbaru:
newest shots:

Playing on a beach is very fun thing to do. Specially in Yogyakarta where the beaches have big waves. We can choose any beach as we want. Pandansari Beach is one of beaches with closest distance from downtown Yogyakarta, it’s about 27 kms only. The beach chosen as our destination because it’s quite quiet [...]

Kecepatan rana merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencahayaan. Faktor-faktor lainnya adalah cahaya yang datang, ukuran diafragma dan kepekaan media (ASA/ISO) yang dipakai. Fotografer sering melakukan trade-off antara diafragma dan kecepatan rana dengan satuan stop. Satu stop turun atau naik akan membuat cahaya masuk menjadi separuh atau dua kalinya, sehingga nilai kecepatan rana ataupun diafragma dapat dihitung dan dipilih untuk menghasilkan pencahayaan tertentu.

Shutter speed is one of factors that affect the total exposure of a photograph. Other factors include the scene luminance, the aperture size (f-number), and the medium sensitivity. Photographers can trade off shutter speed and aperture by using units of stops. A stop up and down on each will halve or double the amount of light regulated by each; exposures of equal exposure value can be easily calculated and selected to get certain exposure.

Aperture is a hole or an opening through which light is admitted. The aperture determines how many of the incoming rays that are actually admitted and thus how much light that reaches the image plane (the narrower the aperture, the darker the image). The aperture also determines the cone angle of a bundle of rays that come to a focus in the image plane. The aperture determines how collimated the admitted rays are, which is of great importance for the appearance at the image plane. If the admitted rays also pass through a lens, highly collimated rays (narrow aperture) will result in sharpness at the image plane, while uncollimated rays (wide aperture) will result in sharpness for rays with the right focal length only. This means that a wide aperture results in an image that is sharp around what the lens is focusing on and blurred otherwise.

Diafragma merupakan lubang atau bukaan yang boleh dilalui cahaya. Diafragma ini mengatur jumlah cahaya yang lewat sehingga mencapai bidang gambar (makin kecil diafragma maka makin gelap gambar). Diafragma juga akan yang menentukan sudut kerucut dari sebendel cahaya yang mendatangi fokus bidang gambar. Diafragma menentukan seberapa sejajarnya cahaya yang akan sangat menentukan hasil akhir pada bidang gambar. Jika cahaya itu melalui lensa maka cahaya yang sejajar (diafragma kecil) akan menghasilkan gambar tajam pada bidang gambar, sedangkan jika banyak cahaya yang tak sejajar (diafragma besar) akan menghasilkan gambar tajam hanya pada posisi yang sesuai panjang lensa. Hal ini berarti diafragma lebar akan menghasilkan gambar tajam pada posisi yang difokuskan sedangkan selebihnya kabur.

Exposure is the total amount of light allowed to fall on the photographic medium (photographic film or image sensor) during the process of taking a photograph. Exposure is measured in lux seconds, and can be computed from exposure value (EV) and scene luminance.

Pencahayaan merupakan jumlah cahaya yang jatuh ke media fotografi (film atau sensor cahaya) selama proses pengambilan gambar. Pencahayaan dihitung dalam satuan lux detik, dan bisa dihitung dari nilai pencahayaan /exposure value (EV) dan luminansi latar.

berbagai macam ukuran cetak foto tersedia di pasaran. semisal 3R, 4R, 10R dan lain sebagainya

Komposisi merupakan rencana, penempatan, atau penyususunan elemen-elemen /obyek yang kita foto. Penempatan itu diharapkan bisa menghasilkan gambar yang bagus secara estetika.

Composition is the plan, placement or arrangement of elements/objects in our photo. The placement of the elements hopefully produce an aesthetically pleasing picture.

STpulsa.com isi pulsa kapan saja di mana saja murah pula


DiJoLkE
iklan baris tak usah bayar, traffic jadi banyak
isi pulsa murah abis
tanpa biaya pendaftrn bs isi pulsa kpn aja, dmn aja, murah pula
artikel ttg keladi
semua hal ttg tanaman keladi. cara tanam, perbanyakan, dll
bijiadenium .com
semua hal ttg adenium cara tanam, pelihara, perbanyakan, tips&trik
pasang iklan di sini gratis @ DiJoLkE.com

©asaljepret.com

free host by digijogja.net